
Apabila kita dengan cermat membaca cerita tentang Pilatus tadi, sebenarnya, Pilatus itu mempunyai hati yang baik, dia ingin membebaskan Yesus karena Dia tahu Yesus tidak bersalah, tapi yang diperbuat Pilatus adalah kebalikannya untuk disesah dan disalibkan, karena Pilatus tidak mengetahui kebenaran, dengan mencuci tangan, dia memuaskan kemauan orang banyak, demi keutuhan kedudukan sebagai raja. Setiap saat didalam pergaulan kita bisa bertemu orang-orang seperti Pilatus. Mereka mempunyai sisi yang baik dari hatinya tetapi seperti Pilatus untuk kepentingan mereka dapat berbalik melakukan yang salah atau tidak benar. Kita bisa berteman dengan semua orang, tetapi berhati-hatilah dalam memilih sahabat, haruslah yang kamu kenal benar kepribadiannya. Karena pergaulan yang salah merusak kepribadian yang baik. Marilah kita berkomitmen untuk tetap memegang kebenaran Firman Tuhan dan jangan kompromi kepada ketidakbenaran.
Sebab itu sangat perlu belajar untuk mengetahui kebenaran yang diajarkan Tuhan melalui Firman. Kita tidak perlu untuk membatasi pergaulan karena sebaikanya sebagai anak muda, kita say hi kepada semua orang, supaya tidak dikatakan sombong, siapa tahu salah seorang dari mereka adalah malaikat tetapi kita harus mempergunakan insting, intuisi sebaik-baiknya untuk memilih sahabat dan jangan lupa satu hal yang penting kita harus lakukan ialah mengasihi sahabat kita, sebagaimana Tuhan mengajarkan kita untuk mengasihi sesama kita manusia.
KEBENARAN

