Bapa Memperhatikan Anak-anak-Nya

Ketika berada di luar kota, isteri saya mengirimkan video anak saya yang melakukan penampilan tari di panggung sekolah bersama teman-temannya. Ada sekitar 12 anak yang menari, dan satu-satunya yang saya cari adalah–tentu saja–anak saya. Ayah yang normal pasti melakukan apa yang saya lakukan. Sekalipun anak-anak lain menari lebih luwes atau lebih lincah, saya tidak begitu ambil pusing. Bagi seorang ayah (atau ibu), keberadaan anaknya lah yang terpenting.

Ketika mencari-cari keberadaan anak saya di video itu, terbersit di dalam pikiran saya tentang relasi serupa antara Sang Pencipta, Sang Bapa, dengan kita, ciptaan-Nya. Anak-anak-Nya. Dia pastilah juga mengetahui keberadaan kita. Dan tak sekadar mengetahui, Dia tentu memastikan kita “baik-baik saja.”

Allah yang menciptakan alam semesta, termasuk umat manusia, bukanlah Pribadi yang egois-pasif: egois, karena menciptakan dunia hanya untuk menyenangkan Diri-Nya sendiri, dan pasif, karena setelah menciptakan kemudian berdiam diri membiarkan ciptaan-Nya berjalan sendiri-sendiri. Tidak, Allah bukan Pribadi seperti itu. Dia pertama-tama adalah kasih, sehingga tak mungkin egois. Dan sebagai Pencipta, Ia adalah Pribadi yang bekerja.

Sang Guru Agung pernah berkata kepada murid-murid-Nya, “Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya,” ketika memberikan penghiburan di tengah perintah-Nya untuk menyampaikan apa yang harus mereka sampaikan tanpa rasa takut.

Nabi, raja, dan penyair bernama Daud bin Isai menuliskan di dalam salah satu kidungnya, “Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.”

Sang Bapa bukanlah Pribadi yang “cuek” dengan anak-anak-Nya, melainkan sangat memperhatikan kondisi mereka, bahkan hingga hal-hal yang sangat rinci, seperti jumlah rambut di kepala! Dia memperhatikan setiap langkah, ucapan, sikap, dan kondisi kita, bukan untuk mengawasi seperti petugas keamanan yang melihat kamera CCTV, melainkan untuk menjagai dan memelihara kita, anak-anak-Nya.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.