Baca Kitab Suci, Doa Tiap Hari


Baca kitab suci, doa tiap hari,
Doa tiap hari, doa tiap hari,
Baca kitab suci, doa tiap hari,
Doa tiap hari, doa tiap hari,
Kalau mau tumbuh
Kalau mau tumbuh
Kalau mau tumbuh
Baca kitab suci, doa tiap hari,
Kalau mau tumbuh

Syair lagu sekolah minggu di atas memberikan gambaran “tips” untuk bertumbuh, khususnya dalam hal iman kita kepada Tuhan. Seseorang tidak mungkin dapat mengenal dan mengerti kehendak Tuhan tanpa melalui pembacaan kitab suci, yang oleh sebagian pengkhotbah diibaratkan seperti “surat cinta”-Nya bagi umat. Sebagai contoh, seseorang tidak mungkin dapat memahami, mengapa Yesus dari Nazaret yang tidak bersalah itu “bernasib sial” dan disalibkan tanpa pengadilan yang sah, tanpa membaca kitab suci, khususnya Perjanjian Baru. Bukan mereka yang membunuh Yesus, melainkan Yesuslah yang merelakan hidup-Nya bagi korban tebusan bagi umat manusia.

Selain membaca kitab suci, berdoa juga merupakan aktivitas rohani yang penting dalam menunjang pertumbuhan orang percaya. Tanpa doa, seseorang mungkin saja menjalani kehidupan sehari-hari dengan biasa, namun tanpa disadarinya, hal itu akan membuat aktivitasnya menjadi hampa. Berdoa artinya menjalin relasi dengan satu-satunya Pribadi yang sanggup memenuhkan kekosongan jiwa manusia, dan satu-satunya Pribadi yang sanggup memberikan makna bagi keseharian yang tampaknya “itu-itu saja.” Ketika berdoa, terjadi komunikasi antara yang fana dengan yang ilahi. Komunikasi, menurut akar katanya, bermakna “persekutuan”. Persekutuan bisa terjalin erat dan mesra, bahkan tanpa perlu sepatah pun kata.

Tentu saja, ada berbagai aktivitas selain membaca kitab suci dan berdoa yang juga bermanfaat bagi pertumbuhan iman. Akan tetapi, kedua aktivitas tersebut–berdoa dan membaca kitab suci–merupakan aktivitas kunci. Setiap orang yang sungguh-sungguh ingin bertumbuh pasti melakukan kedua aktivitas tersebut secara teratur (tiap hari) dengan suka dan rela. “Setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku,” demikian sabda Sang Juruselamat. Kita bisa mendengarkan suara-Nya dengan membaca firman-Nya yang tertulis, dan kita juga–melalui pertolongan Roh-Nya–dapat mendengarkan suara-Nya ketika bercakap-cakap denganNya di dalam doa-doa kita.

Sudahkah kita meluangkan waktu–entah pagi, siang, sore, atau malam–untuk membaca (serta merenungkan) kitab suci dan berdoa hari ini?

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *