Maukah Kamu Mendengarkanku?

Setiap manusia butuh didengarkan seperti mereka membutuhkan makanan.

 

Hmm….mungkin kita akan mengeritkan dahi ketika membaca statement di atas. Namun hal itu benar, setidaknya aku sendiri mengalaminya. Sangat susah  untuk bisa menemukan seseorang yang dapat mendengarkan keluh-kesah kita tanpa sedikitpun meberikan komentar. Siapa sih yang tidak ingin didengarkan??? Setiap orang menginkan hal tersebut, namun mengapa ya orang-orang tidak bisa belajar dari diri mereka sendiri. Setiap orang hanya ingin didengarkan tetapi sedikit orang yang mau mendengarkan. Coba hokum keseimbangan atau timbal balik berjalan dengan baik. Pasti kehidupan manusia akan berjalan dengan baik. Pastilah tidak ada psikiater lagi yang praktek…..

 

Mendengarkan tidaklah gampang. Terkadang kita tidak bisa menahan diri untuk berbicara kepada seseorang yang sedang Ingin didengarkan. Terkadang kita terlalu sombong dengan mengatakan bahwa “akh masak masalah begitu saja kamu tidak bisa hadapi?”, atau “akh kita harus sabar dalam menjalani hidup ini” atau juga mungkin kita dengan penuh kebanggaan menawarkan solusi yang kita anggap paling mujarab ketika teman kita sedang menghadapi masalah yang dulu pernah kita hadapi.

 

Aku pernah, bahkan sering mengadapi orang-orang yang menurutku sok tahu banget  deh. Kadang mereka tidak dapat mengerti perasaan kita, atau lebih parah lagi malahan menuduh kita terlalu cengeng, gak gentle, dan cemen dalam menghadapi masalah. Tapi sebenarnya bukan itu teman….

 

Kadang kita hanya butuh telinga yang mau mendengar setiap keluh kesah, tatapan penuh kasih bukannya tatapan merendahkan, atau mungkin bahu yang kuat untuk tempat bersandar. Sebenarnya ketika dalam menghadapi masalah setiap orang tau apa yang harus ia lakukan, namun terkadang orang-orang ini hanya butuh untuk mengeluarkan beban pikiran melalui kata-kata baik itu emosi, makian, penyesalan, dan juga kekecewaan. Untuk itu ia hanya butuh TELINGA, ya hanya itu…….

 

Untuk itu teman, tolonglah untuk belajar memahamiku dengan baik. Ketika aku mengadapi masalah atau apapun aku hanya butuh didengarkan, itu sudah lebih dari cukup. Aku tidak butuh ceramah panjang lebar, aku tidak butuh  nasehat-nasehat klise, atau apalah itu. Ingatlah aku hanya butuh telinga yang bersedia mendegarkanku.ya telinga yang sedia mendegarkanku dan teman yang berada disampingku ketika masalah hidup yang berat datang menerpaku. Maukah kau mendengarkanku??????

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.